Persiapan Mengajar Senin, 12 Januari 2026 Mapel Bahasa Indonesia Pertemuan 1

Di Desa Lembah Hijau, suasana pagi selalu ramai. Arka, si kelinci yang rajin, baru saja selesai memanen wortel di kebunnya. Wortel-wortel itu berwarna jingga cerah dan sangat besar. Arka tersenyum puas melihat hasil kerjanya, namun ia sadar ia tidak bisa hanya makan wortel setiap hari. Ia membutuhkan barang lain untuk keperluan rumahnya.


Di Desa Lembah Hijau, suasana pagi selalu ramai. Arka, si kelinci yang rajin, baru saja selesai memanen wortel di kebunnya. Wortel-wortel itu berwarna jingga cerah dan sangat besar. Arka tersenyum puas melihat hasil kerjanya, namun ia sadar ia tidak bisa hanya makan wortel setiap hari. Ia membutuhkan barang lain untuk keperluan rumahnya.



Arka berjalan menuju pasar desa. Di sana tidak ada uang, hanya ada sistem barter di mana setiap orang menukar barang yang mereka miliki dengan barang yang mereka butuhkan. Arka ingin sekali memiliki selimut kain yang hangat karena musim dingin akan segera tiba. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Bayu, si beruang besar yang membawa tumpukan jagung kuning.

"Hai, Bayu! Maukah kau menukar jagungmu dengan wortelku?" tanya Arka.
Bayu menggaruk kepalanya yang besar. "Aku sangat suka wortel, Arka. Tapi aku sedang butuh ikan untuk makan malam keluargaku, bukan wortel. Kalau kau punya ikan, aku akan memberikan jagung ini padamu," jawab Bayu. Arka pun melanjutkan perjalanannya dengan sedikit kecewa.

Tak lama kemudian, Arka bertemu dengan Kirana, si tupai yang lincah. Kirana baru saja kembali dari sungai dengan membawa ember penuh berisi ikan-ikan segar. Arka merasa bersemangat. Jika ia bisa mendapatkan ikan dari Kirana, ia bisa menukarnya dengan jagung milik Bayu. "Kirana, bolehkah aku menukar wortelku dengan ikanmu?" tanya Arka.
Kirana menatap wortel Arka, lalu mendesah. "Maaf, Arka. Aku baru saja memanen banyak kacang di rumah, jadi aku tidak butuh wortel. Saat ini aku sedang mencari jagung untuk dibuat menjadi roti jagung yang manis," kata Kirana. Arka tertegun. Kirana punya ikan tapi butuh jagung. Bayu punya jagung tapi butuh ikan. Dan Arka sendiri punya wortel tapi butuh kain!

Arka terus berjalan hingga sampai di pondok Kakek Darma, si kura-kura tua yang pandai menenun. Di teras pondoknya, tersampir sehelai kain hangat yang sangat indah. "Kakek Darma, aku membawa wortel terbaik untukmu. Bolehkah aku menukarnya dengan kain itu?" tanya Arka dengan penuh harap.

Kakek Darma tersenyum lembut. "Arka, kain ini butuh waktu lama untuk ditenun. Aku bersedia menukarnya, tapi gigiku sudah tidak kuat lagi mengunyah wortel yang keras. Aku sangat ingin makan sup ikan yang lembut hari ini. Jika kau punya ikan, kain ini jadi milikmu," ujar Kakek Darma. Arka menghela napas panjang. Mencari pasangan tukar yang cocok ternyata sangat sulit!

Arka kembali ke tengah desa dan bertemu lagi dengan Bayu. Mereka duduk di bawah pohon besar, merasa lelah karena terus berkeliling tanpa hasil. "Bayu, aku punya wortel tapi butuh kain. Kakek Darma punya kain tapi butuh ikan. Kirana punya ikan tapi butuh jagung. Dan kau punya jagung tapi butuh ikan!" seru Arka menjelaskan kerumitan itu.

Kirana lewat dan bergabung dengan mereka. "Masalahnya adalah, kita tidak selalu menginginkan apa yang dimiliki orang lain pada waktu yang sama," kata Kirana pintar. "Seandainya saja ada satu benda yang disukai semua orang, yang bisa kita simpan dan gunakan kapan saja untuk mendapatkan apa yang kita mau." Mereka semua terdiam, membayangkan kemudahan itu.


Arka kemudian mengambil sebuah kepingan logam bulat yang mengkilap dari tanah. "Bagaimana jika kita menggunakan benda seperti ini? Kita sebut saja 'uang'. Aku bisa memberikan wortelku pada siapa pun yang mau, dan mereka memberiku uang ini. Lalu aku bisa menggunakan uang ini untuk mendapatkan kain dari Kakek Darma kapan pun aku mau!" Bayu dan Kirana bersorak setuju. Sejak hari itu, mereka mulai menciptakan alat tukar agar hidup menjadi lebih mudah.


Sknario Pembelajaran Guru 

Pertemuan 1 (4 JP) Senin 12 Januari 2026

 Kegiatan Awal (20 menit)

Guru: "Anak-anak, kalau kalian ingin punya mainan baru tapi tidak punya uang, apa yang bisa kalian lakukan?"

Siswa 1: "Mungkin bisa menukar mainan dengan teman."

Guru: "Bagus sekali. Pernahkah kalian bertukar barang dengan teman? Contohnya seperti apa?"

Siswa 2: "Pernah, saya menukar permen dengan mainan kecil."

Guru: "Nah, itu yang disebut barter, yaitu menukar barang dengan barang tanpa menggunakan uang. Kita akan pelajari lebih dalam tentang barter hari ini."

---

 Kegiatan Inti (100 menit)

Guru: "Sekarang, mari kita baca fabel berjudul 'Ditukar dengan Apa?' secara bergantian. Siapa yang mau mulai membaca?"

(Siswa bergantian membaca cerita fabel)

Guru: "Setelah membaca, apa isi cerita ini? Apa yang kalian pahami tentang barter dari cerita ini?"

Siswa 3: "Tokoh dalam cerita menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dia butuhkan."

Guru: "Betul. Barter adalah kegiatan menukar barang yang kita miliki dengan barang yang kita butuhkan tanpa menggunakan uang. Namun, barter memiliki kesulitan, misalnya kita harus menemukan orang yang memiliki barang yang kita mau dan mau menerima barang kita sebagai tukar."

Guru: "Sekarang kita akan bermain peran. Saya akan memberikan kalian gambar barang seperti jagung, ikan, dan kain. Kalian harus mencoba melakukan barter dengan teman di kelas untuk mendapatkan barang yang kalian inginkan."

(Siswa melakukan permainan barter di kelas)

---

 Kegiatan Penutup (20 menit)

Guru: "Bagaimana pengalaman kalian saat melakukan barter? Apakah mudah atau sulit?"

Siswa 4: "Sulit, karena tidak selalu ada yang mau menukar dengan barang kita."

Guru: "Itu benar. Kesulitan itulah yang menyebabkan manusia menciptakan uang sebagai alat tukar agar lebih mudah melakukan transaksi."

Guru: "Mari kita simpulkan bersama, apa itu barter dan mengapa uang dibuat?"

Siswa dan Guru bersama-sama menyimpulkan:  
- Barter adalah menukar barang dengan barang tanpa uang.  
- Barter sulit karena harus menemukan orang yang saling membutuhkan barang yang ditukar.  
- Uang dibuat untuk memudahkan pertukaran barang dan jasa.


Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *